Sebagaimana diwartakan, sebuah rekaman video yang memperlihatkan kenampakan matahari dengan warna kemerahan pekat mendadak viral di media sosial dan memicu kehebohan di tengah masyarakat Sumatera Utara.
Berdasarkan laporan media, video yang diunggah melalui akun media sosial @medantalk tersebut memperlihatkan bentuk matahari yang bulat sempurna dengan warna merah pekat, sehingga mengundang tanda tanya dan berbagai spekulasi dari warganet.
Menanggapi kehebohan tersebut, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah I, Hendro Nugroho, memberikan penjelasan ilmiah bahwa penampakan tersebut disebabkan oleh adanya partikel di atmosfer yang memengaruhi proses perambatan cahaya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Secara meteorologis fenomena ini bisa terjadi karena adanya partikel di atmosfer, seperti aerosol, debu, maupun asap, yang memengaruhi proses perambatan cahaya Matahari," jelas Hendro Nugroho pada Senin, 7 September 2026, sebagaimana dikutip dari laporan Tribun Medan.
Lebih lanjut ia menerangkan bahwa partikel-partikel tersebut menyebabkkan cahaya biru lebih banyak dihamburkan, sehingga spektrum warna yang sampai ke mata manusia menjadi lebih didominasi oleh warna merah atau jingga, terutama saat posisi matahari berada di posisi rendah.
Berdasarkan pantauan kondisi atmosfer di wilayah Medan dan sekitarnya saat kejadian, tercatat adanya cuaca haze atau udara kabur dari sore hingga malam hari yang diduga kuat menjadi faktor penguat efek optik penyaringan cahaya tersebut.
Pihak BMKG mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi fenomena alam ini, meski demikian para pengendara dan warga tetap diminta waspada mengingat kondisi udara yang kabur dapat menurunkan jarak pandang saat beraktivitas di luar ruangan.