Berdasarkan laporan media, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang kembali menunjukkan erupsi berdampak langsung pada kelangsungan program sosial di berbagai daerah. Sebagaimana diwartakan, penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) terpaksa dihentikan sementara waktu di sejumlah wilayah yang terpapar hujan abu vulkanik pekat.
Wilayah yang terdampak kebijakan penyesuaian darurat ini meliputi Jawa Barat, Jakarta, Lampung, dan Banten. Pemerintah daerah di wilayah-wilayah tersebut kompak menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) demi melindungi kesehatan para siswa dari ancaman paparan debu vulkanik.
Menanggapi kebijakan tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan penjelasan resmi bahwa penundaan distribusi makanan ini murni karena faktor keselamatan dan situasi darurat. Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati menegaskan bahwa langkah ini bersifat temporer dan akan dievaluasi kembali seiring normalnya kegiatan belajar di sekolah. "Operasional MBG akan disesuaikan kembali setelah kondisi memungkinkan dan pembelajaran tatap muka kembali dilaksanakan. Penyesuaian ini bersifat sementara, bukan penghentian program," ujarnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLebih lanjut, durasi penerapan pembelajaran jarak jauh bervariasi di setiap daerah tergantung pada tingkat sebaran abu vulkanik. Di Provinsi Lampung, PJJ diberlakukan selama dua hari mulai tanggal 7 hingga 8 September 2026, sedangkan di Banten diterapkan selama tiga hari hingga 9 September 2026.
Sementara itu di Jawa Barat, daerah yang harus menyesuaikan jadwal operasional sekolah mencakup Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kota Sukabumi, Kota Depok, serta Kabupaten Purwakarta. Seluruh rangkaian kebijakan darurat ini merujuk secara ketat pada regulasi Satuan Pendidikan Aman Bencana serta surat edaran dari Kementerian Pendidikan.