Sebagaimana diwartakan, ajang kompetisi karya jurnalistik MediaMIND 2026 kembali digelar untuk kelima kalinya dengan mengangkat sejumlah isu strategis di sektor pertambangan dan industri nasional.
Berdasarkan laporan, kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh MIND ID tersebut membuka kesempatan luas bagi kalangan jurnalis, masyarakat umum, akademisi, hingga pengamat untuk berpartisipasi.
MediaMIND 2026 secara resmi mengusung enam subtema utama, yakni Ekonomi dan Investasi, ESG dan Green Mining, Hilirisasi, Industrialisasi dan Ketahanan Mineral Indonesia, Kontribusi Sosial Masyarakat, serta Transformasi dan Inovasi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKarya yang dapat diikutsertakan merupakan karya yang telah dipublikasikan pada rentang waktu 15 September 2025 hingga 17 September 2026.
Batas akhir pengumpulan karya bagi kategori jurnalis dijadwalkan hingga 17 September 2026, sedangkan kategori umum, akademisi, dan pengamat diberikan kesempatan hingga 25 Oktober 2026.
Sosialisasi mengenai ajang bergengsi ini turut diselenggarakan oleh PT Indonesia Asahan Aluminium atau INALUM di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara di Medan.
Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh sekitar 80 mahasiswa Universitas Sumatera Utara serta 40 jurnalis lokal dari berbagai wilayah di Sumatera Utara.
Kepala Departemen Manajemen Komunikasi INALUM, Utrich Farzah, mendorong mahasiswa dan insan pers lokal untuk memanfaatkan kompetisi ini dalam menyampaikan perspektif segar mengenai sektor pertambangan.
Menurut Utrich, berbagai isu mulai dari hilirisasi hingga keberlanjutan masih menyimpan banyak sisi menarik yang potensial untuk dieksplorasi melalui karya jurnalistik yang mendalam.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara, Dr. Hatta Ridho, S.Sos., MSP, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi tersebut di lingkungan kampus.
Ia menilai bahwa ajang ini mampu menjadi jembatan yang efektif untuk menghubungkan dinamika industri pertambangan nasional dengan dunia akademis serta insan pers di daerah.
Dalam sesi sosialisasi yang sama, Kepala Grup Layanan Strategis PT INALUM, Daniel J.P. Hutauruk, membawakan materi yang mengupas tuntas pentingnya pemahaman mengenai hilirisasi.
"Produk nyata dari hilirisasi bukan hanya aluminium, melainkan kapabilitas industri, daya saing nasional, serta penciptaan nilai tambah secara berkelanjutan," ungkap Daniel menjelaskan esensi hilirisasi.