Berdasarkan laporan media, bangunan ikonik yang menjadi lokasi syuting film horor populer "Pengabdi Setan" di kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung, mendadak viral di media sosial setelah kedatangan seorang konten kreator asal Malaysia.
Mengutip informasi yang beredar, rumah tua bersejarah tersebut sempat menjadi perbincangan hangat akibat perdebatan tarif kunjungan, yang kemudian diluruskan oleh pihak pengelola bahwa biaya khusus dikenakan lantaran aktivitas pembuatan konten video profesional.
Berdasarkan sejarahnya, bangunan berusia senja ini ternyata jauh lebih tua dari usia kemerdekaan Indonesia, yakni telah berdiri kokoh sejak tahun 1923 dengan mempertahankan struktur aslinya yang masih sangat terawat dan aman untuk dikunjungi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagaimana diwartakan, arsitektur bangunan ini sangat kental dengan gaya kolonial Belanda yang khas di Bandung, ditandai dengan atap berbentuk V terbalik berkemiringan rendah, dinding kombinasi kayu dan bambu, serta fondasi bawah dari batu.
Terletak di tengah hamparan kebun teh yang asri tepatnya di Kawasan PTPN VIII, Kampung Kertamanah, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, destinasi ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar tiga jam perjalanan dari pusat Kota Bandung via Banjaran.
Meskipun kerap diasosiasikan dengan kesan horor dan mistis berkat popularitas filmnya, daya tarik wisata ini tidak pernah sepi pengunjung setiap harinya yang penasaran ingin melihat langsung interior klasik bangunan dua lantai tersebut.
Di dalam bangunan utama lantai satu, terdapat fasilitas ruangan yang meliputi tiga kamar tidur, dapur fungsional, ruang tengah yang luas, serta satu kamar mandi lengkap dengan sumur tua.
Sementara itu, ketika menaiki tangga kayu menuju lantai dua, pengunjung dapat menjumpai dua ruangan kamar tambahan yang salah satunya merupakan kamar ikonik milik karakter ibu di dalam film.
Pihak pengelola selalu mendampingi setiap wisatawan yang datang berkunjung agar mereka tidak hanya menikmati suasana horor, tetapi juga memahami nilai sejarah dan arsitektur dari bangunan berumur seabad tersebut.