Warga di kawasan Bandung Raya mendadak dikejutkan oleh pemandangan tak biasa ketika mendapati teras dan halaman rumah mereka diselimuti oleh lapisan debu tipis pada Minggu pagi. Berdasarkan laporan media setempat, fenomena alam ini sontak memicu kehebohan di media sosial setelah banyak warganet membagikan potret rumah mereka yang kotor akibat abu tersebut.
Habil, salah seorang warga Kota Cimahi, mengaku terkejut saat membersihkan teras rumahnya karena debu yang menempel tampak begitu pekat. "Di Cimahi nyapu 10 ubin doang, item banget," ujarnya menggambarkan kondisi debu yang mengotori kediamannya.
Dampak sebaran abu ini ternyata tidak hanya dirasakan di Kota Cimahi, melainkan juga meluas hingga ke wilayah Kabupaten Bandung seperti kawasan Pasirjambu dan Soreang. Regita, warga Pasirjambu, menceritakan bahwa lapisan abu tipis tersebut menempel cukup jelas di bagian pagar serta lantai teras rumahnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKeresahan serupa turut diungkapkan oleh Esha, warga Tegalilat, Soreang, yang awalnya mengetahui informasi tersebut dari unggahan di media sosial sebelum akhirnya mengecek kondisi teras rumahnya sendiri. "Lalu coba pakai jari tangan ternyata nempel tebal banget, biasanya nggak seperti itu," tutur Esha saat mendapati debu menumpuk di tempat tinggalnya.
Menanggapi fenomena tersebut, Forecaster BMKG Bandung Iid Mujtahidin menjelaskan bahwa berdasarkan analisis citra satelit dan informasi dari instansi terkait, teridentifikasi adanya dua klaster sebaran abu vulkanik yang berasal dari aktivitas Gunung Anak Krakatau. Sebaran abu pada ketinggian tertentu terpantau mengarah ke wilayah Jawa Barat termasuk Bandung.
"Artinya untuk yang di Bandung Barat itu dari ketinggian 20.000 ft sebaran abunya, berdasarkan pemodelan memang ke wilayah Jawa Barat," kata Iid saat memberikan konfirmasi terkait arah sebaran debu vulkanik tersebut.
Pihak BMKG mengimbau kepada seluruh masyarakat serta pengguna sarana transportasi di wilayah terdampak agar tetap waspada dan terus memantau perkembangan informasi resmi guna mengantisipasi dampak lanjutan dari aktivitas vulkanik tersebut.