Sebagaimana diwartakan oleh media, nama Abdullah Assagaf mendadak menjadi sorotan publik setelah dirinya terseret dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Tempat Pemasaran Ikan (TPI) Goto di Kota Tidore Kepulauan. Kasus korupsi tersebut ditaksir telah menimbulkan kerugian keuangan negara hingga mencapai ratusan juta rupiah.
Berdasarkan laporan media, Abdullah Assagaf merupakan seorang pejabat senior di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara yang memiliki rekam jejak panjang di dunia birokrasi. Sebelum menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur Maluku Utara Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, ia pernah menduduki sejumlah posisi penting termasuk Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku Utara.
Mengutip data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK periodik 2024 yang dilaporkan pada Februari 2025, Abdullah Assagaf tercatat memiliki total kekayaan bersih mencapai lebih dari Rp 1 miliar tanpa memiliki beban utang. Sebagian besar aset kekayaannya didominasi oleh kepemilikan tanah dan bangunan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKini, terseretnya pejabat senior tersebut dalam skandal korupsi TPI Goto menjadi perhatian serius masyarakat Maluku Utara. Pihak berwenang terus mendalami kasus ini untuk mengusut tuntas aliran dana serta pihak-pihak lain yang turut bertanggung jawab atas kerugian negara yang ditimbulkan.